JAKARTA - Tim putra Semarang Bank Jateng (SBJ) gagal mencatat sejarah memenangi kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia BSI Proliga 2012. Dalam laga final di Istora Senayan Jakarta, Minggu petang kemarin, Sigit Hermanto dkk tumbang 1-3 (21-25, 25-21, 19-25, 27-29) dari Jakarta BNI 46. Sebagai runner-up, SBJ berhak atas hadiah uang pembinaan Rp 100 juta. ''Kami sudah bermain dengan maksimal. Kami sempat memiliki harapan ketika menang di set kedua. Namun momentum kemenangan itu tidak bisa berlanjut karena teman-teman ingin segera menyelesaikan pertandingan,'' ujar Sigit Hermanto usai laga. Kalah di set pertama, SBJ yang didukung 500-an fans berusaha bangkit di set kedua. Anak asuh Pelatih Rohadi Mulyo itu tertinggal enam angka saat kedudukan 10-16. Berkat rapatnya blok yang dibangun, poin demi poin berhasil diraih SBJ. Hasilnya mereka berhasil menyamakan angka pada kedudukan 19-19. Momentum itu terus berlanjut hingga mereka berhasil memenangkan dengan
skor 25-2, untuk menyamakan kedudukan 1-1. Di set ketiga, Jakarta BNI 46 bermain lebih agresif lewat spike keras bintang mereka I Nyoman Rudi Tirtana, Rodrigo, dan Curt Toppel. Sementara pemain SBJ banyak membuang peluang di set ini. Harapan sempat muncul di set keempat. Sempat unggul enam poin 16-10, SBJ mendominasi set ini. Namun ketidaktenangan dan buruknya penerimaan bola pertama, membuat serangan yang dibangun tidak efektif dan mudah dibaca lawan. BNI 46 pun berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19, sebelum akhirnya mengakhiri laga lewat beberapa kali deuce. Dalam Tekanan Rohadi Mulyo menilai para pemain tidak bisa main lepas dan sering membuat kesalahan sendiri. ''Anak-anak kurang bermain lepas. Mereka bermain dalam tekanan. Receive yang dilakukan tidak baik. Bola-bola yang seharusnya bisa digunakan untuk meraih poin ternyata tidak bisa dimanfaatkan,'' ujar Rohadi usai pertandingan. Di kubu Jakarta BNI 46, Pelatih Eduardo mengaku
gembira karena mampu mengantar timnya merebut kembali gelar yang diraih pada 2010. ''Saya senang dengan hasil ini. Kami memiliki banyak pengalaman baik ataupun yang buruk. Tetapi kami berhasil memanfaatkan pengalaman yang baik di pertandingan ini. Selain itu, kami memiliki pemain-pemain yang spesial,'' terangnya. Dalam kompetisi ini, pemain asing andalan SBJ Igor Goncalves dinobatkan sebagai best server. Spiker asal Brasil itu berhak atas hadiah Rp 5 juta. Jakarta Pertamina menduduki peringkat ketiga setelah mengalahkan juara bertahan Palembang Bank Sumsel Babel dengan skor 3-1 (25-22, 25-18, 21-25, 25-23). Di bagian putri, Jakarta Popsivo Polwan berhasil merebut gelar juara Proliga setelah menundukkan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-2 (25-20, 27-29, 25-15, 15-25, 15-10). Berkat kemenangan ini Popsivo menebus kegagalannya dalam final tahun lalu. Saat itu asuhan pelatih Anshori takluk dengan skor yang sama. Peringkat tiga putri diraih tim Bontang
Badak LNG setelah mengalahkan Jakarta TNI AU 3-1 (25-19, 25-23, 21-25, 25-21). (H69,K4-70) (/)
Sumber: suaramerdeka.com
Senin, 21 Mei 2012
SBJ Runner-up Proliga
Posted by fandhy al-pangon on 14.17


0 komentar:
Posting Komentar