Jumat, 20 Juli 2012

Kalah, Jateng Perlu Berbenah

KENDAL, suaramerdeka.com - Tim bola voli putra Jateng bermain kurang impresif saat ditundukkan Jatim 0-3 (16-25, 21-25, 20-25) dalam final Kejuaraan Bola Voli Mini PON di Bahurekso, Kendal, Rabu (18/7) malam. Mereka tak bisa mengulang permainan apik ketika menundukkan tim yang sama pada babak penyisihan grup. Dalam laga final, serangan yang dilancarkan Arso Setiawan dkk sering mudah dibaca oleh juara PON XVII/Kaltim 2008 tersebut. Pemain juga acap melakukan kesalahan sendiri. Sebaliknya, Jatim yang dihuni sejumlah pemain timnas itu begitu mudah melakukan variasi serangan. Pelatih Jateng, Winarno Subowo mengatakan timnya kalah karena
pemain masih lemah dalam melakukan receive (penerimaan bola), servis, dan blok. Akibatnya,
permainan mereka tak bisa berkembang dan bisa didikte lawan. ''Saat kalah dari kami, Jatim belum main yang sebenarnya. Di final ini, anak-anak kalah power dan kalah kerja sama. Mereka kalau sudah tertinggal, mentalnya langsung turun,'' kata Subowo usai laga. Untuk itu, diperlukan latihan lebih
keras lagi agar kekuarangan itu bisa diperbaiki. Ia meminta keseriusan pemain untuk berlatih dalam sisa waktu menjelang PON yang tidak lama lagi. Ia yakin kekalahan dari Jatim akan menjadi pelajaran berharga bagi Jateng. Sementara itu, manajer tim bola voli indoor Sri Puryono mengatakan, untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kekompakan pemain, pihaknya berencana memindahkan latihan pelatda yang sebelumnya di kampus IAIN Semarang, ke GOR Manahan Solo. ''Pertimbangannya, kebanyakan pemain dari Semarang. Bila dijadikan satu di Solo, kemungkinan pemain untuk meminta izin tidak latihan akan semakin kecil. Ini semua demi memperbaiki dan meningkatkan konsentrasi pemain,'' kata Sri Puryono. Di bagian putri, Jatim juga sukses
menjadi juara. Mereka mengalahkan Jabar 3-2 (17-25, 25-21, 24-26, 29-27, 15-9) di final. Jabar yang dihuni sejumlah pemain Proliga sebenarnya tampil impresif dan atraktif. Jabar dimotori salah satu pemain andalannya, Amalia. Pelatih Jatim, Mahfud Irzahda, mengatakan pemainnya tampil sabar. Berkali-kali dalam posisi tertinggal, mereka tetap mampu membalikkan keadaan. Mereka juga main lepas lantaran mereka tidak dibebani target muluk- muluk. ''Untuk PON Riau kami menargetkan dapat masuk di final. Sedangkan tim yang akan menjadi musuh tangguh tetap Jabar yang menjadi lawan kami di
final Mini PON,'' tandas Mahfud. Adapaun tim putri Jateng harus puas di posisi keempat. Mereka hanya sekali menang atas Papua di laga penyisihan grup.


sumber: suaramerdeka.com
Read more »

Sabtu, 07 Juli 2012

Voli Putra Tak Dibebani Target

SEMARANG - Tim bola voli indoor putra Jateng yang dipersiapkan tampil di PON XVIII/2012 Riau akan menjajal kemampuan dalam Kejuaraan Nasional Bola Voli PON Mini di GOR Bahurekso Kendal, 14-18 Juli. Tidak ada target bagi Aji Maulana dkk di kejuaraan yang memperebutkan piala emas Bupati Kendal ini. "Karena ini sifatnya hanya penjajakan, kami tidak memasang
target. Kelemahan dan kekuarangan tim nantinya akan kami evaluasi sebelum turun di PON," kata pelatih tim putra, Winarno Subowo, di Semarang, Jumat (6/7). Tim Jateng kemungkinan besar tidak akan diperkuat pemain yang berasal dari TNI AU, seperti Mahendra Rikha Buana, Yudi Prasetyo, dan Yongky Firmansyah. Mereka akan membela klub pada turnamen di Jember. Sigit Ardian juga tidak bisa turun karena tengah mengikuti pendidikan di TNI AU. Subowo mengatakan, line-up yang diturunkan tidak jauh berbeda ketika mereka tampil di Pra-PON tahun lalu. Aji Maulana, Dhani Anggriawan, Satrio Ragil, Ardi, Arso Setiawan, dan Yan Bastian masih akan jadi tumpuan. Meski begitu, Subowo akan tetap
menurunkan pemain lapis kedua. "Selama menjalani pelatihan, kemampuan pemain terus meningkat. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk tampil," ujar Subowo. Sementara itu, manajer tim voli indoor Jateng, Sri Puryono, mengatakan, kejuaraan bakal diikuti 11 tim, yang terdiri atas enam tim putra dan lima tim putri. "Untuk putra, selain Jateng juga akan turun tim PON DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Aceh, dan Berlian Semarang. Di putri ada tim juara PON 2008 Papua, DKI Jakarta, Jawa Barat, Pervis Plus Semarang, dan Jateng sendiri," katanya. Bagi Jateng, menurut Sri, selain untuk menggodog kemampuan teknik maupun kerjasama tim, ajang kejuaraan PON Mini kali ini juga bakal digunakan untuk memetakan kekuatan tim-tim unggulan di PON.

sumber: suaramerdeka.com
Read more »

SBJ Hanya Ambil Lima Pemain

SEMARANG - Klub bola voli Semarang Bank Jateng (SBJ) hanya akan mengambil tiga sampai lima pemain dari seleksi yang dilakukan di GOR Patriot, Watugong, Semarang, 24 Juni lalu. Seleksi tersebut diikuti lebih kurang 20 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. "Kebanyakan pemain yang mengikuti seleksi masih sangat muda-muda. Ada yang baru SMP. Meski begitu postur mereka sebenarnya mencukupi. Akan tetapi kami mengambil yang terbaik dan sesuai kebutuhan tim," kata Manajer SBJ, Ebram Subiyaktono, di Semarang, Rabu (4/7). Pemain yang diambil tersebut dinilai memenuhi item penilaian yang meliputi tinggi tubuh, tes fisik, dan tes kemampuan bermain. Meski begitu, mereka belum bisa ditampilkan di Livoli yang akan digelar Desember mendatang. Mereka masih butuh pematangan. Menurutnya, banyak pemain PON dari daerah lain yang tidak hadir pada seleksi tersebut. Ia mencontohkan, Williansyah, Endang, dan Sidiq yang merupakan pemain PON Jabar, belum bisa datang karena
tengah menjalani pemusatan latihan di daerahnya. "Karena itu kami menunggu hingga PON selesai. Setelah itu mereka dipastikan akan segera bergabung dengan SBJ. Pemain PON lainnya adalah Ikmal dari Kaltim. Mereka akan bergabung usai PON," imbuh Ebram. Sementara menurut, Ketua Harian SBJ, Windoyo, seleksi bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan tim menghadapi kompetisi bola voli Proliga 2013, melainkan ini adalah upaya Bank Jateng untuk mewadahi atlet voli, terutama dari Jateng. Bank Jateng ingin mengembalikan kejayaan bola voli
di provinsi ini. "Tidak ada kuota berapa yang akan kami ambil. Masih ada beberapa pemain bagus tetapi malah pamit tidak ikut latihan. Misalnya ada pemain voli pantai Jateng yang masih mengikuti turnamen," kata Windoyo. Menurutnya, pemain yang lolos seleksi nantinya akan mendapat berbagai fasilitas. "Yang ingin masih sekolah atau kuliah, kami beri beasiswa. Yang ingin kerja, kami akan memakai outsourcing. Mes, tidur, makan, dan minum kami sediakan," kata Windoyo.

sumber: suaramerdeka.com
Read more »

Total Tayangan Halaman



Powered by mp3skull.com
 
Powered by Blogger