KENDAL, suaramerdeka.com - Tim bola voli putra Jateng bermain kurang impresif saat ditundukkan Jatim 0-3 (16-25, 21-25, 20-25) dalam final Kejuaraan Bola Voli Mini PON di Bahurekso, Kendal, Rabu (18/7) malam. Mereka tak bisa mengulang permainan apik ketika menundukkan tim yang sama pada babak penyisihan grup. Dalam laga final, serangan yang dilancarkan Arso Setiawan dkk sering mudah dibaca oleh juara PON XVII/Kaltim 2008 tersebut. Pemain juga acap melakukan kesalahan sendiri. Sebaliknya, Jatim yang dihuni sejumlah pemain timnas itu begitu mudah melakukan variasi serangan. Pelatih Jateng, Winarno Subowo mengatakan timnya kalah karena
pemain masih lemah dalam melakukan receive (penerimaan bola), servis, dan blok. Akibatnya,
permainan mereka tak bisa berkembang dan bisa didikte lawan. ''Saat kalah dari kami, Jatim belum main yang sebenarnya. Di final ini, anak-anak kalah power dan kalah kerja sama. Mereka kalau sudah tertinggal, mentalnya langsung turun,'' kata Subowo usai laga. Untuk itu, diperlukan latihan lebih
keras lagi agar kekuarangan itu bisa diperbaiki. Ia meminta keseriusan pemain untuk berlatih dalam sisa waktu menjelang PON yang tidak lama lagi. Ia yakin kekalahan dari Jatim akan menjadi pelajaran berharga bagi Jateng. Sementara itu, manajer tim bola voli indoor Sri Puryono mengatakan, untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kekompakan pemain, pihaknya berencana memindahkan latihan pelatda yang sebelumnya di kampus IAIN Semarang, ke GOR Manahan Solo. ''Pertimbangannya, kebanyakan pemain dari Semarang. Bila dijadikan satu di Solo, kemungkinan pemain untuk meminta izin tidak latihan akan semakin kecil. Ini semua demi memperbaiki dan meningkatkan konsentrasi pemain,'' kata Sri Puryono. Di bagian putri, Jatim juga sukses
menjadi juara. Mereka mengalahkan Jabar 3-2 (17-25, 25-21, 24-26, 29-27, 15-9) di final. Jabar yang dihuni sejumlah pemain Proliga sebenarnya tampil impresif dan atraktif. Jabar dimotori salah satu pemain andalannya, Amalia. Pelatih Jatim, Mahfud Irzahda, mengatakan pemainnya tampil sabar. Berkali-kali dalam posisi tertinggal, mereka tetap mampu membalikkan keadaan. Mereka juga main lepas lantaran mereka tidak dibebani target muluk- muluk. ''Untuk PON Riau kami menargetkan dapat masuk di final. Sedangkan tim yang akan menjadi musuh tangguh tetap Jabar yang menjadi lawan kami di
final Mini PON,'' tandas Mahfud. Adapaun tim putri Jateng harus puas di posisi keempat. Mereka hanya sekali menang atas Papua di laga penyisihan grup.
sumber: suaramerdeka.com
Read more »
pemain masih lemah dalam melakukan receive (penerimaan bola), servis, dan blok. Akibatnya,
permainan mereka tak bisa berkembang dan bisa didikte lawan. ''Saat kalah dari kami, Jatim belum main yang sebenarnya. Di final ini, anak-anak kalah power dan kalah kerja sama. Mereka kalau sudah tertinggal, mentalnya langsung turun,'' kata Subowo usai laga. Untuk itu, diperlukan latihan lebih
keras lagi agar kekuarangan itu bisa diperbaiki. Ia meminta keseriusan pemain untuk berlatih dalam sisa waktu menjelang PON yang tidak lama lagi. Ia yakin kekalahan dari Jatim akan menjadi pelajaran berharga bagi Jateng. Sementara itu, manajer tim bola voli indoor Sri Puryono mengatakan, untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kekompakan pemain, pihaknya berencana memindahkan latihan pelatda yang sebelumnya di kampus IAIN Semarang, ke GOR Manahan Solo. ''Pertimbangannya, kebanyakan pemain dari Semarang. Bila dijadikan satu di Solo, kemungkinan pemain untuk meminta izin tidak latihan akan semakin kecil. Ini semua demi memperbaiki dan meningkatkan konsentrasi pemain,'' kata Sri Puryono. Di bagian putri, Jatim juga sukses
menjadi juara. Mereka mengalahkan Jabar 3-2 (17-25, 25-21, 24-26, 29-27, 15-9) di final. Jabar yang dihuni sejumlah pemain Proliga sebenarnya tampil impresif dan atraktif. Jabar dimotori salah satu pemain andalannya, Amalia. Pelatih Jatim, Mahfud Irzahda, mengatakan pemainnya tampil sabar. Berkali-kali dalam posisi tertinggal, mereka tetap mampu membalikkan keadaan. Mereka juga main lepas lantaran mereka tidak dibebani target muluk- muluk. ''Untuk PON Riau kami menargetkan dapat masuk di final. Sedangkan tim yang akan menjadi musuh tangguh tetap Jabar yang menjadi lawan kami di
final Mini PON,'' tandas Mahfud. Adapaun tim putri Jateng harus puas di posisi keempat. Mereka hanya sekali menang atas Papua di laga penyisihan grup.
sumber: suaramerdeka.com

